Namanya Kai Umar... Terbayang bagaimana terik matahari kala itu menyengat kulit keriput beliau di tengah perbatasan jalan tepat di depan lampu merah, berlindungkan payung usang miliknya atau terkadang hanya duduk tersandar di pohon kecil yang di tanam di perbatasan tersebut Kai Umar menunggu pelanggan, iya pelanggan, beliau berjualan kerupuk milik orang lain dengan mengambil upah. Siang itu saya tidak tau tepatnya tanggal berapa, di tengah pandemi Covid-19 ketika banyak orang di minta stay at home Kai Umar memilih mencari sejumput rezeki untuk dia dan istrinya demi sesuap nasi. Teriris melihat beliau setiap hari duduk di sana menenteng payung kepanasan. Kala itu sahabat saya dan rekan organisai amal nya "Markas Sedekah" sebutan mereka menyambangi Kai Umar yang tengah duduk terletih bersandar pada pohon di bawah terik matahari. Mereka memberikan sedikit bantuan berupa zakat untuk Kai Umar, saya tidak tau apa dan berapa yg...
Let's Talk About Anything In This World