Namanya Kai Umar...
Terbayang bagaimana terik matahari kala itu menyengat kulit keriput beliau di tengah perbatasan jalan tepat di depan lampu merah, berlindungkan payung usang miliknya atau terkadang hanya duduk tersandar di pohon kecil yang di tanam di perbatasan tersebut Kai Umar menunggu pelanggan, iya pelanggan, beliau berjualan kerupuk milik orang lain dengan mengambil upah.
Siang itu saya tidak tau tepatnya tanggal berapa, di tengah pandemi Covid-19 ketika banyak orang di minta stay at home Kai Umar memilih mencari sejumput rezeki untuk dia dan istrinya demi sesuap nasi. Teriris melihat beliau setiap hari duduk di sana menenteng payung kepanasan.
Kala itu sahabat saya dan rekan organisai amal nya "Markas Sedekah" sebutan mereka menyambangi Kai Umar yang tengah duduk terletih bersandar pada pohon di bawah terik matahari. Mereka memberikan sedikit bantuan berupa zakat untuk Kai Umar, saya tidak tau apa dan berapa yg di berikan mereka karena saat sahabat saya bercerita dia tidak ingin menyebutkan nya.
Kai Umar tampak meneteskan air mata haru kala itu, dia bercerita dia sedih, saat pandemi corona saat ini sulit sekali bagi beliau mendafatkan rezeky yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pelanggan sepi, dia tidak bisa menjemput rezeki.
Tersayat sekali melihat kakek setua Kai umar yang harus nya bersantai dirumah menikmati hari tua justru harus berkutat dengam debu jalanan, polusi, panas matahari ditambah kecemasan tertular virus corona. Pak umar masih tersenyum kala "Markas sedekah" pamit pergi kala itu sambil matanya masih berkaca-kaca.
Organasi "Markas Rezeki" masih terus melanjutkan tugasnya untuk menebar kebaikan, bukan hanya kisah Kai Umar tapi juga sudah banyak orang yang mereka bantu sahabat saya kadang bercerita sambail menahan rasa sedih di matanya dia sering bilang "gak tega aja, seandainya kita yang di posisi tersebut bagaimana perasaan kita, kita juga pasti butuh bantuan"
"Tulisan ini di ikut sertakan dalam lomba blog menebar kebaikan yang di selenggarakan oleh Dompet Dhuafa"
Note:
Foto diambil pada saat Sahabat saya dan organisasinya menyambangi Kai Umar, maaf apabila kualitas gambar kurang baik.

Komentar
Posting Komentar