Langsung ke konten utama

Midnight Mind?




Ini sudah pukul 23.50...
Hampir tengah malam, aku belum mengantuk juga....
Seperti ada sesuatu yg diriku ingin sampaikan padaku...

Aku merasa nyaman, bingung, sedih, sendirian, takut, cemas, entah karena musik klasik yg ku dengar sebagai penghantar tidur atau memang aku dalam kondisi itu sendiri.

Aku cuma sedang memikirkan banyak hal... banyak sekali, hal hal yang seharusnya tak perlu di khawatirkan, takut, dan perasaan campur aduk lainnya.
Aku terjebak dalam overthingking ku sendiri.

Tentang bagaimana mengahdapai masa depan yang bertolak belakang dengan mimpi mimpi ku...
Tentang impian dan harapan harapan lainnya, tentang kamu, tengang dia tentang segala hal lainnya.

Tentang kemungkinan kemungkinan tak mengenakkan akan terjadi, hal hal yang menjengkelkan, menyesakkan, menyulitkan. Sungguh menyebalkan. Terjebak pada situasi terhimpit, ingin bernapas lega namun enggak leluasa.

Aku mungkin masih belum cukup dewasa kurasa jauh dari itu, aku masih berharap bahwa sihir harry potter itu bisa bekerja, aku berharap bisa keliling angkasa dengan pesawat the guardian of galaxy, atau dunia narnia dan nutracker itu nyata adanya.

Terlihat seperti seorang anak kecil yang punya khayalan tinggi. Seperti seorang yang tersesat dalam halusinasi nya sendiri.

Mencemaskan hal-hal gak penting, lelah tak berkesudahan.

I need some breack, a time, need rest, holiday... happy, with somebody who truly understand me. 


Just want share anything i feel it, 
just want to share, no need to give a response, just need to be listened to and accompanied


 :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Untuk 1 hari yang melelahkan kamu butuh kalimat ini

Teruntuk siapapun yang sudah berjuang berjalan di jalan yang tidak mudah, sudah mau melangkah demi langkah, hingga akhirnya di titik ini, mari berterima kasih kepada diri kita sendiri. Untuk segala kerikil yang menghantam pelan di hidup kita ataupun angin kencang yang  menerpa hati ringkih kita yang setiap kali berusaha kuat bertahan untuk hidup satu hari lagi, mari berterima kasih kepada diri sendiri. Untuk orang-orang yang sudah bertahan dan menjadi kuat untuk satu detik saja, mari ucapakan terima kasih sekali lagi untuk tidak menyerah dengan dirimu sendiri. Mari apresiasi hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele karena satu kali hembusan napas yang kamu keluarkan pun masih menjadi manfaat bagi pohon yang mungkin ada di seberang jalan sana atau rumput kecil yang ada di ujung kelingking kaki mu. Kamu berharga❤️

Aku Bisa Apa?

Kepala riuh berkecamuk, katamu aku tak bisa menerima kurang mu yang satu itu. "Menjadi diam" Menjadi diam bagimu adalah kurang sebab mungkin aku terlalu berisik, padahal mungkin bagi sebagian manusia berisik adalah kurang. Tapi keduanya bukanlah kekurangan ia adalah sifat alamiah manusia ketika di hadapkan pada sebuah sesuatu, sebuah masalah, sebuah senang atau sebuah yang lain yang mungkin entah apa. Ku bilang aku terima semua yang ada padamu tapi kamu bersikeukuh aku adalah orang jahat sebab tak bisa memahami kurang mu dan ku katakan kita tidak sedang bertengkar soal kurang yang kita punya, kita hanya tidak semencinta sebesar itu sebab itu kita hanya bisa saling menyalahkan dan saling bekeras kepala. Ucapmu tidak kasar tapi tindakan mu menyakitkan, berkali-kali ku maafkan berkali-kali ku yakinkan perasaanku bahwa aku bisa bertahan tapi luka-luka itu berkumpul, satu per satu mulai menusuk menggerogoti hingga ke tulang dadaku menembus hatiku lalu membusuk menjadi kecewa yan...