Pertengkaran tiap malam yang tak kunjung usai itu kini entah kapan lalu sudah kita lupakan. Manusia penuntut seperti aku tak layak diperjuangkan mungkin itu yang terlintas dalam benakmu. Setelah malam yang panjang dan hari-hari melelahkan itu kita akhirnya benar-benar menyerah, melepaskan lalu hilang. Tiap malam di pertanyakan tapi bukankah jawabannya sudah jelas sejak lama? Ketika kita memperlakukan buruk satu sama lain, namun juga masih di selingi perlakuan manis pada akhirnya rasa lelah itu tak pernah benar-benar sembuh. Sudah menggerogoti ketulang-tulang berusaha sembuh tapi pusat nya saja sudah terserang. Perasaan, hati serta segalanya yg terinfeksi. Mau di perbaiki apanya lagi? Dear, meski bertahan ribuan kali ternyata takdir selalu punya jalan lain, mau di usahakan sekalipun kalo bukan kita yang ditakdirkan mau bagaimana lagi? Di sela-sela kerinduan doaku masih sama, semoga segala hal yang ada padamu tetap baik-baik saja. Aku tau aku bukanlah hal besar, kehilanganku takkan mempe...
Let's Talk About Anything In This World