Langsung ke konten utama

Ayah...





Ayah aku rapuh...
Tapi kamu selalu menguatkan tubuh kecilku.
Ayah kenapa aku cepat bertumbuh...
Aku masih ingin jadi putri kecilmu yang selalu kau gendong di punggung mu...

Ayah...
Aku benci...
Melihat usia mu yang kian menua...
Melihat langkah kaki mu yang kian hari tergopoh-gopoh menahan berat badan mu.
Ayah aku terluka...
melihat lengan dan wajah mu menghitam terbakar panas matahari setiap hari.

Tubuh ringkih yang seban hari kau paksa bekerja, senyum sumringah yang tiap waktu kau pancarkan.

Kau bercahaya, kilat wajah mu dan uban-uban di kepalamu kadang kala membuat ku menangis.
Kamu pasti menanggung banyak beban kehidupan dari anak-anak mu yang belum bisa apa-apa.

Ayah sungguh gadis kecil mu ini sangat mencintai mu, dia tau tak ada sosok manapun yang lebih mencintai nya selain kamu.

Ayah ku mohon selalu peluk aku ketika aku merasa aku buruk, peluk aku ketika tangis menyertai kisah hidup ku, peluk aku ayah...
Ketika semua orang bilang aku ini aneh, ketika semua orang tidak bisa menerima aku yang seperti ini.

Ayah dunia ini kejam sekali, tidak ada yang benar-benar menerima ku dengan tulus, ayah mereka terus mentertawakan mimpi-mimpiku, sebagian dari mereka juga mengkhianati ku...
Ayah kenapa mereka kejam sekali.

Ayah aku di katai bodoh,
orang gila.
Ketika kamu membelaku mereka tertawa.

Ayah kau benar, dunia ini benar-benar kejam, jadi ku mohon di sinilah setiap waktu, mengenggam tangan ku. Mengahpus lara ku.

Ayah aku rindu suara mu...
Aku menyayangi mu...
Tolong nyanyikan lagu itu lagi, lagu penghantar tidurku.
Ayah ceritakan itu lagi, dongeng penghantar mimpiku.

Ayah...

Ayah percaya lah, meski aku perempuan, aku bisa menampar siapa saja yang menjelekan dirimu.
Aku benci mereka yang menertawakan fisik mu, aku benci mereka yang mengolok-ngolok pekerjaan mu.

Ayah...
Di dunia ini tidak ada laki-laki yang lebih kucintai di banding kamu.


Ayah terimaksih sudah menuntun langkah-langkah kecilku, terimakasih sudah sering menghapus air mataku, terimakasih sudah meringankan beban pikiran ku.

Terima kasih karena jadi sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku,
Aku tanpa mu bukan lah sesuatu.

Ayah ku harap kau terus ada melihat diriku tumbuh dewasa, ku harap kau ada ketika aku mampu membuat mu bahagia. Kuharap kau melihat ku menjadi sesuatu yang bersinar kelak.

Ayah aku mencintai mu❤

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...