Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

I Miss The Sound of Your Guitar

Jika kalian kira ini cerita romantis seperti yang kalian bayang kan "Tett..tett.." jawabannya salah. *** "Aku lapar" "Kamu mau apa?" "Ehh kamu mau kasih aku makanan?" "Bentar ya.." Waktu itu hari nya terik banget, ehh aku lupa, waktu itu habis hujan atau terik ya.. yah pokokya gitu deh, pokoknya waktu itu aku lapar banget, jam jam lapar emang sih pas magang, sambil kerja juga waktu itu gak sempat cek Hp yahh.. gak sempat sih, pas udah selesai ehh kaget dong, ada belasan panggilan masuk tak terjawab, plus puluhan pesan... "Aku dah di bawah cepat turun" sambil lari melewati anak tangga hampir mo nabrak dinding, aku lalu keluar dengan tersengal sengal. "Hoss...hoss... maaf ya, tadi lagi sibuk gak cek hp soalnya" "Ahh tau nih lama, berjam jam juga di tungguin" kata teman ku yang super nyebelin "Gak papa.. santai aja... nih" kata teman ku yang super baik, sambil menyodorkan bungkusan...

Karena kita manusia

Tak apa, tak ada salahnya sesekali mengeluh. Pura-pura kuat juga gak salah, gak papa. Kita semua butuh kalimat gak papa, memang, soalnya itu penting. Kita cuma manusia kan, manusia bisa lelah kapan saja, bisa menyerah kapan saja, gak papa menyerah lah, asal kamu berjanji akan bangkit lagi. Kita butuh waktu istirahat. "Ahh capek..." sebenarnya selelah apapun raga kamu, kamu gak akan nyerah kalo isi kepala mu tidak merasakan lelah itu. Masalahnya adalah kepala kamu di penuhi banyak beban yang berat, banyak benang kusut yang harus di bereskan, di luruskan di selesaikan, cuma kadang kekurangan waktu dan tenaga untuk berfikir. Wajar, kita manusia. Ahh kadang aku pengen marah juga sama sendiri. "Kenapa sih, apasih... kenapa harus aku" That wrong to say that! Couse Allah now you able! Couse Allah love you so much. Don't worry ok, kamu pasti bisa ngelewatin hidup yang melelahkan ini.

Berhenti!!!

 Jadi gimana rasanya? Tiba-tiba, memikirkan orang yang pernah begitu dekat dan memenuhi hati mu sudah begitu jauh dengan raga mu, dengan perasaan yang mungkin masih sedikit-sedikit tertinggal. Bagaimana dengan hatimu? Apakah cukup kuat menerima kabar-kabar bahagia tentang dia, kuat dengan rasa melepas namun tak sanggup karena pernah terikat begitu erat. Bagaimana perasaan mu ketika menatap layar ponsel tak sengaja melihat story sosmed nya yang tengah bahagia bersama orang yang bukan kamu. Atau pernahkah kamu bertanya, "Kenapa aku masih menyimpan nomornya?" "kenapa aku masih tersenyum menatap foto nya yang tersenyum karena orang lain?" Pernah kah berpikir kenapa kami sedekat nadi dulu, sejauh bintang-bintang di angkasa sekarang. Kenapa di pertemukan namun di  pisahkan kemudian. Semuanya adalah wajar, wajar kamu merasa bingung wajar kamu merasa "Ahh kenapa begini" Wajar kamu merasa semuanya aneh. Semuanya wajar. Tapi pernah kah se...

Cause i love you

Kadang aku pengen ngeluh "Aku capek" "Aku gak kuat" "Aku tu pengen kamu paham" "Aku tu kesel" "Aku sedih" Tapi di setiap kita komunikasi, aku selalu mendengar keluh kesah mu, mendengar kamu bilang kamu lelah dengan segala aktivitas mu, rasanya enggan menunjukan segala keluhku... aku lebih suka menjadi penguat untukmu, menghiburmu meski gak tau dengan cara apa aku berusaha... aku enggak yakin menunjukan segala hal yang aku alami, enggak yakin kamu paham dengan itu, dengan segala hal yang kadang membuat ku sedih, dan aku takut kamu berpikir aku drama, atau aku lemah... Aku ingin jadi hal yang menguatkan langkah-langkah mu bukan menjadi beban yang kau bopong di bahumu❤

E & E part 1

Suasana tiba-tiba jadi canggung " kalo diam diaman kek gini terus aku jadi gak nyaman ahh, aku pergi aja ya" "Eva kamu kenal senja gak?" Sahut eza ketika eva mulai berdiri ingin berlalu pergi "GAK... siapa emang?" "Yahh.. sayang gak kenal" "Kenapa?" "Padahal cantik orang nya, seriusan" "Memang nya kenapa?" "Jangan nanya mulu , kek orang emburu" "Dihhh" "Tapi tenang, kamu yang paling cantik kok" "Dih apaan si" Eva nyengir nyengir kuda By Suci Ramadhani

LIES!

Dan ketika aku bertanya Lalu kau jawab terbata... Aku mulai mengerti, kamu tidak pernah benar-benar menginginkan aku sebagai tempat untuk istirahat di hari-hari lelahmu. Bagaimana kamu bisa mudah sekali meyakinkan segala ragu ku dengan banyak kebohongan, bagaimana kamu bisa bilang kamu membutuhkan ku padahal kamu hanya sedang bosan dengan aktivitas mu. Bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintai ku padahal kamu hanya berbual agar aku jadi budak mu. .... Andai sekali saja kamu melihat ke arah ku lagi, dengan tatapan yang sama seperti awal mula kamu memaksa untuk meminta nomor telephone, agar bisa menghubungi ku, dengan alasan menanyakan basa basi "Sedang apa?" "Sudah makan?" Atau memaksaku untuk makan di kantin yang sama setiap jam istirahat. Tidak... Kamu sudah berubah entah karena alasan apa. Kamu bahkan hanya sekedar lalu saat berselisih jalan dengan ku, no.. Tidak ada "Hai..." tidak ada " pagi" " siang" atau ...

My friend

And thanks for my friend, Yang selalu dengerin bacotan aku, nerima konyolnya aku, marahnya aku, keselnya aku dan walau kadang gak mau ngalah, and sering adu argumen...  Yang selalu mau dengar keluhan aku yang unfaedah.. Hahaha i'm so thanks full Makasih karena sering traktir es cream kalo aku ngambek atau ngasih coklat pas kamu lagi ada rezeki wkwkwk Jangan jera,  But bukan cuma tentang es cream atau coklat. aku makasih banget karena sudah bersedia memberi waktu , supaya aku selalu merasa baik-baik aja dan enggak terlalu merendah kan diri, terima kasih untuk banyak hal yang tak bisa ku dapatkan dari orang lain, dan terima kasih sudah berusaha memahami ke anehan yang ada pada diriku. I hope you always happy 👋

Wishing Star

Bukan kah kita semua punya rasa sedih, rasa sesak, rasa patah, rasa yang hancur yang hanya diri kita yang tau... kadang dunia tak perlu tau sesakit apa hati rapuh kita bertahan. Kadang bingung ,frustasi, defresi ujung-ujungnya cuma nangis habis tu tidur. Yah kita semua pernah bener-bener gak tau harus ngapain, ngadu ke siapa. Ke temen takut di bilang alay, ke orang tua takut di kira gak dewasa ,gengsi. Kita memang butuh seseorang yang benar-benar bisa paham posisi dan kondisi kita, yang ngerti perasaan kita, yang gak ngeluh saat kita ngomong gak jelas atau malah menangis di depannya. Satu-satu nya yang kita butuhkan saat hancur itu sebenarnya cuma harapan buat kuat dan merasa kehadiran kita di butuhkan, semangat untuk menjalani kehidupan yang selamanya gak mulus ini. Bener kata ibu guru kimia ku, seseorang itu sebenarnya cuma butuh harapan buat kuat dan merasa punya tujuan. Hufff... Setiap pribadi dari kita punya masalannya masing-masing... besar atau pun kecil sam...