Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Me❤

Ku pikir aku keterlaluan... Aku memaksakan sesuatu yang tak sanggup aku lalui, Ku rasa jatuh cinta itu cukup sewajarnya saja... Banyak hal membuat ku takut... Salah satunya aku lepas dalam kendali ku... Ku rasa aku salah memaknai Aku sudah lari terlalu jauh, Aku rinduu... diriku. Aku akan mencintai mu sewajarnya❤

Untuk Kamu🐻

Aku tidak pandai menjelaskan tapi aku ingin mengungkapkan sesuatu yang mungkin sudah sering kamu baca dan dengar. Maaf... Aku tau seharusnya aku lebih banyak bilang terimakasih di banding kata maaf. Aku seharusnya lebih paham, lebih dewasa dalam menghadapi segala situasi yang ada. Aku harusnya mengerti kamu lelah dan tak ingin basa basi. Aku harusnya tak memakai kalimat mengode yang tak kamu pahami. Seharusnya aku sadar itu. Ini justru jadi masalah bagi kita. Percayalah, meski aku lelah dalam menghadapi mu perasaan ku tetap yang utama, aku tetap menyayangi mu layak hari hari sebelumnya. Terimakasih sudah mau membersamai ku selama ini, sudah mau menggenggam tangan ku, sudah mau jadi tempat bersandar. Kadang aku berpikir kamu lah yang lelah akan segala hal tentang kita, kadang saking banyak nya salah ku, ku pikir kamu akan lebih baik tanpa ku. Tapi aku tau kamu enggan aku pergi, akupun enggan beranjak. Tapi kadang kadang meski mulut mu tak berucap sikapmu seakan ingin ak...

Memang begitu...

Jatuh cinta itu gak selamanya menyenangkan... Menyukai seseorang juga tak selamanya menyenangkan... Ada kalanya kamu merasa kamu gak berhak, ada kalanya segala usaha yang kamu lakukan SIA-SIA... Berasa enggak di hargai juga kadang. Sedih... Segala usaha yang kamu lakukan gak akan berguna lagi, kalo sudah begini bingung. Menjelasakan pun gak ada hasilnya, hanya akan menyakiti perasaan sendiri. Mata sembab pun gak ada arti apa-apa lagi. Memang begitukan hakikat nya jatuh cinta, sakit... namanya juga jatuh. .... Wanita itu tidak mudah melupakan, Begitu pun kalimat-kalimat menyakitkan dia gak akan lupa. Jika dia lupa di hanya berpura-pura. ~~~~~

Ayah...

Ayah aku rapuh... Tapi kamu selalu menguatkan tubuh kecilku. Ayah kenapa aku cepat bertumbuh... Aku masih ingin jadi putri kecilmu yang selalu kau gendong di punggung mu... Ayah... Aku benci... Melihat usia mu yang kian menua... Melihat langkah kaki mu yang kian hari tergopoh-gopoh menahan berat badan mu. Ayah aku terluka... melihat lengan dan wajah mu menghitam terbakar panas matahari setiap hari. Tubuh ringkih yang seban hari kau paksa bekerja, senyum sumringah yang tiap waktu kau pancarkan. Kau bercahaya, kilat wajah mu dan uban-uban di kepalamu kadang kala membuat ku menangis. Kamu pasti menanggung banyak beban kehidupan dari anak-anak mu yang belum bisa apa-apa. Ayah sungguh gadis kecil mu ini sangat mencintai mu, dia tau tak ada sosok manapun yang lebih mencintai nya selain kamu. Ayah ku mohon selalu peluk aku ketika aku merasa aku buruk, peluk aku ketika tangis menyertai kisah hidup ku, peluk aku ayah... Ketika semua orang bilang aku ini aneh, ketika ...