Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2025

Freshgraduate tapi ini 2025

Di realita kehidupan, kita sebagai manusia selalu berekfektasi tinggi dengan masa depan, contohnya anak kecil yang ingin cepat besar agar dirinya merasa di hormati, di banggakan dan mendapat pekerjaan serta gaji yang menurutnya cukup untuk dia, keluarga dan orang banyak. Tapi kembali lagi itu lah yang namanya berekfektasi, apa yang kita bayangkan soal masa depan tidak pernah kita akan tau apa yang akan datang seringkali sebagian manusia patah hati akan bayangan masa depannya sendiri, tidak sedikit yang berharap hanya ingin "hidup sedikit lebih baik" tapi tetap sering kali kurang di hargai bahkan di caci maki, di sumpahi dan di kutuk oleh orang lain dan mungkin orang-orang terdekat. Kita sebagai manusia yang baru beranjak dewasa di beri banyak tanggung jawab luar biasa, harus ini, harus itu harus segalanya. banyak yang menaruh harapan tinggi sedang kita sendiri hanya berharap mencari kerja tidak sesulit mencari jarum di tumpukan jerami. Tuntutan a, b, c yang tidak pernah kita ...

Aku Bisa Apa?

Kepala riuh berkecamuk, katamu aku tak bisa menerima kurang mu yang satu itu. "Menjadi diam" Menjadi diam bagimu adalah kurang sebab mungkin aku terlalu berisik, padahal mungkin bagi sebagian manusia berisik adalah kurang. Tapi keduanya bukanlah kekurangan ia adalah sifat alamiah manusia ketika di hadapkan pada sebuah sesuatu, sebuah masalah, sebuah senang atau sebuah yang lain yang mungkin entah apa. Ku bilang aku terima semua yang ada padamu tapi kamu bersikeukuh aku adalah orang jahat sebab tak bisa memahami kurang mu dan ku katakan kita tidak sedang bertengkar soal kurang yang kita punya, kita hanya tidak semencinta sebesar itu sebab itu kita hanya bisa saling menyalahkan dan saling bekeras kepala. Ucapmu tidak kasar tapi tindakan mu menyakitkan, berkali-kali ku maafkan berkali-kali ku yakinkan perasaanku bahwa aku bisa bertahan tapi luka-luka itu berkumpul, satu per satu mulai menusuk menggerogoti hingga ke tulang dadaku menembus hatiku lalu membusuk menjadi kecewa yan...