Langsung ke konten utama

Sweet Eighteen🍭



My sweet eighteen...

Dear my self and people who read this, i want say thank you...

Terimakasih untuk diriku yang sekarang yang sudah banyak melukis cerita, sudah belajar menjadi sosok yang kuat menghadapi banyak badai dan pelik kehidupan, sudah bertahan dalam segala kondisi yang menyenangkan dan menyakitkan, sudah berani jujur atas beberapa perasaan.

Terimakasih untuk Allah SWT, Tuhan yang maha Esa, yang sudah memberikan umur panjang hingga sekarang aku masih bernapas dan di beri waktu untuk memperbaiki beberapa hal yang rusak. Untuk orang tua, untuk saudara dan untuk sahabat-sahabat serta orang yang aku sayangi.

Terimakasih sudah mengucapkan selamat ulang tahun dengan kalimat-kalimat penyemangat yang lucu, sudah berdoa dan memberikan harapan-harapan baik untuk ku hari ini.

Hari ini bukan lah satu hari yang sangat spesial, ini hanya satu hari di mana aku diingatkan dengan bertambahnya usia ku, artinya... aku harus semakin kuat dan semakin dewasa kedepannya dalam berpikir maupun bertindak, dalam bertanggung jawab dan menentukan pilihan dalam hidupku.

Meskipun hari ini cukup melelahkan, tapi aku berterima kasih pada sahabat-sahabat ku yang membuat hari kecil ini menjadi sedikit terkesan, menyenangkan dan aku terlihat tidak sendirian.

Meski lelah, patah hati, patah semangat dan banyak hal lainnya terjadi... terimakasih kalian tetap berada di sisiku menegarkan menguatkan dan memberi semangat...

Menghibur dan mengatakan bahwa ini bukan hari yang buruk, ini adalah hari yg luar biasa untuk kamu.

Aku berterima kasih pada kalian yang sudah mengucapkan dan berdoa di hari sweet eighteen ku.

Terima kasih😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...