Anak kecil berlomba-lomba memamerkan mimpi mereka ketika besar ingin jadi apa, sama seperti kita dulu... ada yang ingin jadi Polisi, Guru, Dokter, Tentara bahkan Presiden. Keren.
Kita juga dulu sama, ingin menjadi orang hebat dan banyak di kenang jasa nya. Menjadi anak kecil sungguh menyenangkan karena penuh semangat dan tekad yang kuat, memabara-bara layak daun kering di sulut api, banyak hal menyenangkan dapat di lakukan, banyak pula tawa menyegarkan telinga tak lekang di ingatan. Masa-masa di mana masalah terbesar hanya PR matematika.
Setelah tumbuh menjadi manusia, aku sadar betapa berharga masa kecil itu. Rasanya belum siap menghadapi dunia dengan segala tumpah ruah dan masalahnya, dengan segala rintangan nya...
Masa depan rasanya jadi momok paling di mengkhawatirkan dalam hidup. "Mau jadi apa?" , "mau hidup seperti apa?" " mau menjadi manusia seperti apa?" "Akan bagaimana hidup itu dinjalani?"
Tatkala banyak hal memenuhi kepala kita soal permasalahan menjadi manusia, pikiran lainnya tiba-tiba hadir dari masa lalu.
Penyesalan, rasa sakit hati, penghianatan, tidak percaya diri dan rasa tidak menyenangkan lainnya... juga beberapa hal yang tidak ingin kamu ingat selamanya justru muncul tiba-tiba.
Rasa takut, khawatir, bingung, sedih, marah, campur aduk dalam satu emosi. Pikiran kusut hingga tak kunjung menemui titik tepi.
Akhirnya malam itu kamu terjaga hingga subuh dengan mata sembab dan kantung mata yang menghitam, hingga akhirnya adzan subuh menyadarkan mu bahwa kamu sudah memikirkan hal yang tidak perlu dalam waktu yang lama.
Kita semua punya problematika nya masing-masing tentang metamorfosis menjadi manusia dewasa.
Setelah menjadi dewasa kita sadar betapa kita merindukan masa kecil menyenangkan, lepas tanggung jawab dan tidak memikirkan banyak hal soal dunia.
Lepas dari itu, manusia tetap tumbuh, usia hari demi hari menua. Pastilah tidak etis jika selalu punya pemikiran kekanak-kanakan yang hanya ingin main saja kerjaan nya.
Maka dari itu lah, semesta memberi kita ujian di setiap langkah metamorfosis kita, kita di latih sabar, kuat, ber etika, mampu menyesuaikan keadaan dan berpikiri kritis menghadapi soal kehidupan.
Sesungguhnya problem itu adalah media semesta memberi kita latihan dan langkah agar kita menjadi manusia.
Dan untuk Kamu dan Aku, kita semua,
Semoga kita semua semakin kuat dan dapat menjadi manusia dewasa sesungguhnya. Semesta pasti akan bangga.
❤
Komentar
Posting Komentar