Langsung ke konten utama

Freshgraduate tapi ini 2025

Di realita kehidupan, kita sebagai manusia selalu berekfektasi tinggi dengan masa depan, contohnya anak kecil yang ingin cepat besar agar dirinya merasa di hormati, di banggakan dan mendapat pekerjaan serta gaji yang menurutnya cukup untuk dia, keluarga dan orang banyak. Tapi kembali lagi itu lah yang namanya berekfektasi, apa yang kita bayangkan soal masa depan tidak pernah kita akan tau apa yang akan datang seringkali sebagian manusia patah hati akan bayangan masa depannya sendiri, tidak sedikit yang berharap hanya ingin "hidup sedikit lebih baik" tapi tetap sering kali kurang di hargai bahkan di caci maki, di sumpahi dan di kutuk oleh orang lain dan mungkin orang-orang terdekat.

Kita sebagai manusia yang baru beranjak dewasa di beri banyak tanggung jawab luar biasa, harus ini, harus itu harus segalanya. banyak yang menaruh harapan tinggi sedang kita sendiri hanya berharap mencari kerja tidak sesulit mencari jarum di tumpukan jerami. Tuntutan a, b, c yang tidak pernah kita tau mulai kita pelajari pelan-pelan tapi beberapa sistem tidak menerima yang amatir dan awam seperti itu.

Tuntutan kerja, tuntutan rumah tangga??? Ahh sebagai seorang yang di sebut baru beranjak menjadi "Dewasa" kita perlu banyak belajar hal-hal dasar contohnya tanggung jawab seorang anak yang akan menghidupi kedua orang tuanya di masa tua, sebagian manusia yang terlahir sebagai perempuan tidak semua terlahir dan hidup beruntung, beberapa masih tinggal di dunia patriarki entah itu dalam persentase yang tinggi atau rendah, di tuntut tepat waktu, di tuntut melakukan hal ini itu tanpa menilai hal yang lain contohnya dia sudah bekerja tapi orang lain ingin dia lebih dari sekedar bekerja, menjadi malaikat contohnya.

Percayalah tidak ada yang ingin hidup susah dalam dunia ini, bahkan sejak lahir kedunia bayi-bayi kecil selalu berekfektasi mereka akan hidup bahagia dengan ayah ibunya berharap kasih sayang yang melimpah hingga ia besar dan menua begitu pun ibu dan ayahnya sebelumnya ingin hidup.

Tapi kadang dunia terlalu komplex untuk di pahami oleh manusia terutama manusia-manusia kecil seperti kita. kita hanya berharap hidup yang baik, tidak ribet, tidak banyak di tuntut dan merasa cukup atas diri kita sendiri.
Dan semoga kita semua begitu.

Semoga kita tidak berekfektasi dan berharap terlalu tinggi tetapi berusaha lebih keras hari ini dan esok harus lebih lagi, semoga kita semua sehat dan di beri umur yang panjang agar tetap bisa menghirup udara di bumi yang indah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...