Langsung ke konten utama

Aku Bisa Apa?



Kepala riuh berkecamuk, katamu aku tak bisa menerima kurang mu yang satu itu. "Menjadi diam"

Menjadi diam bagimu adalah kurang sebab mungkin aku terlalu berisik, padahal mungkin bagi sebagian manusia berisik adalah kurang. Tapi keduanya bukanlah kekurangan ia adalah sifat alamiah manusia ketika di hadapkan pada sebuah sesuatu, sebuah masalah, sebuah senang atau sebuah yang lain yang mungkin entah apa.

Ku bilang aku terima semua yang ada padamu tapi kamu bersikeukuh aku adalah orang jahat sebab tak bisa memahami kurang mu dan ku katakan kita tidak sedang bertengkar soal kurang yang kita punya, kita hanya tidak semencinta sebesar itu sebab itu kita hanya bisa saling menyalahkan dan saling bekeras kepala.

Ucapmu tidak kasar tapi tindakan mu menyakitkan, berkali-kali ku maafkan berkali-kali ku yakinkan perasaanku bahwa aku bisa bertahan tapi luka-luka itu berkumpul, satu per satu mulai menusuk menggerogoti hingga ke tulang dadaku menembus hatiku lalu membusuk menjadi kecewa yang teramat berbau.

Di ratusan kesempatan kita berdoa bahwa kita adalah pasang yang tertulis di langit tapi kita hanya bisa ber asa tanpa tau rencana yang maha kuasa, kita berupaya merangkak dari dosa-dosa di antara doa yang kita panjatkan dan berharap Tuhan hanya mendengar yang baik-baiknya saja, kita berharap demikian padahal kita tau Ia Maha Mengetahui.

Kita hanya celaka, Tuhan hanya Marah. Tapi ia tetap menyayangi kita. Tapi kadang kala manusia terlalu berbesar kepala dan kita berharap kita hanya bertemu hal-hal baik tapi tuhan punya banyak hak atas segala rencana lain yang Ia buat.

Dan kita tidak terjebak, kita hanya sedang terperosok tapi Tuhan memberi waktu agar kita sadar bahwa satu-satunya penolong hanyalah dia. Dan jika ia berkehendak dia akan menyatukan kita di kemungkinan terbaik yang sudah ia rencanakan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Untuk 1 hari yang melelahkan kamu butuh kalimat ini

Teruntuk siapapun yang sudah berjuang berjalan di jalan yang tidak mudah, sudah mau melangkah demi langkah, hingga akhirnya di titik ini, mari berterima kasih kepada diri kita sendiri. Untuk segala kerikil yang menghantam pelan di hidup kita ataupun angin kencang yang  menerpa hati ringkih kita yang setiap kali berusaha kuat bertahan untuk hidup satu hari lagi, mari berterima kasih kepada diri sendiri. Untuk orang-orang yang sudah bertahan dan menjadi kuat untuk satu detik saja, mari ucapakan terima kasih sekali lagi untuk tidak menyerah dengan dirimu sendiri. Mari apresiasi hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele karena satu kali hembusan napas yang kamu keluarkan pun masih menjadi manfaat bagi pohon yang mungkin ada di seberang jalan sana atau rumput kecil yang ada di ujung kelingking kaki mu. Kamu berharga❤️