Dan akhirnya Dia melepas segala yang paling berharga...
Berlahan kau lupa nada suaranya saat memanggil namamu...Berlahan bayang wajah nya, lekuk senyumnya luntur dari ingatan mu...
Berlahan kau lupa bagaimana pertemuan terakhir kala itu... peluk hangat serta sedikit basah air hujan dan sisanya yang tak lagi kau ingat.
Kemudian Ia mulai jarang muncul di mimpimu, parfum yang sama tak lagi mengusik tenang mu... ternyata bertahan tak sesulit itu. Orang bilang kau hanya butuh waktu untuk lupa. Tidak, ternyata kita butuh lebih dari sekedar waktu.
Berapa banyak lelah yang sudah kau pangku hanya agar kalian tetap bertahan? berapa banyak tetes air mata yang sudah terbuang demi tetap menjadi kata "kita" katamu. Lalu kau menjelma menjadi bait pertama tulisan ini. Ironi. Memilih untuk tak pernah merasa ikut andil dalam kemalangan dan petualangan menyedihkan ini.
Banyak yang ingin mampir, tapi terasa berdosa jika aku terima sebagai tamu. Bukan karena mereka tidak layak... aku lah yang tak layak karena cintaku sudah tak bersisa... ia ikut lenyap bersama mimpi-mimpu itu yang tak pernah ingin muncul lagi dalam tidur ku.
Komentar
Posting Komentar