Langsung ke konten utama

Ari & Aira

Beberapa orang di dunia punya harapan-harapan besar untuk di jadikan mimpi, orang-orang kecil seperti kita hanya berharap mimpi-mimpi kecil untuk di jadikan alasan agar tetap bisa hidup di dunia yang besar ini.


"Ri, menurutmu bahagia itu seperti apa?" tanyaku.

"Sederhana Ra, setiap hari aku bekerja keras dan ku dapatkan upah ku dengan baik, aku bisa beli beberapa barang yang selama ini aku mau, aku bisa membantu orang tua ku, aku bisa main dengan teman-teman ku, aku bisa memberimu jajanan yang kamu suka, aku bisa ajak kamu jalan-jalan sore dan kita naik motor berdua"

"Sederhana sekali ya, tapi aku senang aku bisa jadi bagian dari bahagiamu"

"Tapi yang sederhana biasa nya yang paling sulit kan Ra untuk dilakukan, jadi ku pilih yang paling sederhana dari yang sederhana supaya aku bisa bahagia"

"Kamu benar"

"Kalo kamu Ra, menurut mu bahagia itu seperti apa?"

"Bahagia ku juga sederhana tapi terlalu banyak, aku takut mungkin Tuhan akan marah karena aku banyak maunya.

"Katakan Ra, aku akan ikut sampaikan ke Tuhan apa maumu supaya Dia tidak marah"

"Bahagia ku juga sederhana sama seperti mu, aku ingin orang tua ku senang, aku selesaikan pendidikan ku tepat waktu, aku dapat teman yang baik, aku bisa makan teratur setiap hari, aku bisa baca buku kesukaan ku, aku bisa dengar lagu favorit ku, aku tetap bisa minum kopi setiap hari, aku ingin berteman dengan mu dalam waktu yang lama, atau mungkin kita bisa hidup berdua... kita bisa duduk disini setiap hari menyeduh kopi dan membaca buku, menatap  matahari sore turun hingga melampaui batas cakrawala. kamu bisa ajak teman-teman mu main sesekali. Kita bisa beli beberapa tumbuhan, dan kita punya satu kucing lucu, kalo kita bosan kita bisa pergi ke cafe setiap akhir pekan atau mungkin menikmati angin pantai sambil piknik kecil dengan beberapa kue kering dan es teh manis kesukaan mu.

"Wow Ra, itu adalah rencana hidup yang bagus."

"Aku tau, tapi bahagia miliku adalah sederhana yang tidak sesederhana itu, yang sulit sekali untuk dilakukan, seperti yang kamu bilang yang sederhana justru yang paling sulit di wujudkan"

"Kamu benar Ra, yang sederhana justru sebenarnya yang paling tidak sederhana kan, bukan begitu? bagi kita obrolan kita kali ini mungkin sederhana bagi orang lain yang tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti ini justru ini adalah pembicaraan paling tidak sederhana yang tidak semua orang bisa bahas dengan komunikasi dua arah tatap muka seperti kita sekarang. Ra.. aku harap aku dan kamu bisa hidup lama.

"Kamu benar Ri, kita adalah dua orang sederhana yang mencoba hidup di dalam kesederhanaan yang Sebenarnya tidak sederhana. Tapi Ri hidup ini kan singkat kenapa kamu mau hidup yang lama? Hidup kita bukannya terlalu membosankan untuk berlama-lama di dunia?"

"Hahaha kamu lucu Ra... semoga kita bisa hidup lama ya Ra, supaya kita bisa membahas masalah-masalah tidak penting seperti hari ini lagi nanti ketika kita tidak punya apa-apa lagi untuk di bicarakan, semoga kita bisa saling berbagi isi kepala yang isinya tidak seberapa ini, semoga pembicaraan kita selalu menyenanangkan seperti hari ini"

"Semoga ya Ri..."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Untuk 1 hari yang melelahkan kamu butuh kalimat ini

Teruntuk siapapun yang sudah berjuang berjalan di jalan yang tidak mudah, sudah mau melangkah demi langkah, hingga akhirnya di titik ini, mari berterima kasih kepada diri kita sendiri. Untuk segala kerikil yang menghantam pelan di hidup kita ataupun angin kencang yang  menerpa hati ringkih kita yang setiap kali berusaha kuat bertahan untuk hidup satu hari lagi, mari berterima kasih kepada diri sendiri. Untuk orang-orang yang sudah bertahan dan menjadi kuat untuk satu detik saja, mari ucapakan terima kasih sekali lagi untuk tidak menyerah dengan dirimu sendiri. Mari apresiasi hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele karena satu kali hembusan napas yang kamu keluarkan pun masih menjadi manfaat bagi pohon yang mungkin ada di seberang jalan sana atau rumput kecil yang ada di ujung kelingking kaki mu. Kamu berharga❤️

Aku Bisa Apa?

Kepala riuh berkecamuk, katamu aku tak bisa menerima kurang mu yang satu itu. "Menjadi diam" Menjadi diam bagimu adalah kurang sebab mungkin aku terlalu berisik, padahal mungkin bagi sebagian manusia berisik adalah kurang. Tapi keduanya bukanlah kekurangan ia adalah sifat alamiah manusia ketika di hadapkan pada sebuah sesuatu, sebuah masalah, sebuah senang atau sebuah yang lain yang mungkin entah apa. Ku bilang aku terima semua yang ada padamu tapi kamu bersikeukuh aku adalah orang jahat sebab tak bisa memahami kurang mu dan ku katakan kita tidak sedang bertengkar soal kurang yang kita punya, kita hanya tidak semencinta sebesar itu sebab itu kita hanya bisa saling menyalahkan dan saling bekeras kepala. Ucapmu tidak kasar tapi tindakan mu menyakitkan, berkali-kali ku maafkan berkali-kali ku yakinkan perasaanku bahwa aku bisa bertahan tapi luka-luka itu berkumpul, satu per satu mulai menusuk menggerogoti hingga ke tulang dadaku menembus hatiku lalu membusuk menjadi kecewa yan...