Beberapa orang di dunia punya harapan-harapan besar untuk di jadikan mimpi, orang-orang kecil seperti kita hanya berharap mimpi-mimpi kecil untuk di jadikan alasan agar tetap bisa hidup di dunia yang besar ini.
"Ri, menurutmu bahagia itu seperti apa?" tanyaku.
"Sederhana Ra, setiap hari aku bekerja keras dan ku dapatkan upah ku dengan baik, aku bisa beli beberapa barang yang selama ini aku mau, aku bisa membantu orang tua ku, aku bisa main dengan teman-teman ku, aku bisa memberimu jajanan yang kamu suka, aku bisa ajak kamu jalan-jalan sore dan kita naik motor berdua"
"Sederhana sekali ya, tapi aku senang aku bisa jadi bagian dari bahagiamu"
"Tapi yang sederhana biasa nya yang paling sulit kan Ra untuk dilakukan, jadi ku pilih yang paling sederhana dari yang sederhana supaya aku bisa bahagia"
"Kamu benar"
"Kalo kamu Ra, menurut mu bahagia itu seperti apa?"
"Bahagia ku juga sederhana tapi terlalu banyak, aku takut mungkin Tuhan akan marah karena aku banyak maunya.
"Katakan Ra, aku akan ikut sampaikan ke Tuhan apa maumu supaya Dia tidak marah"
"Bahagia ku juga sederhana sama seperti mu, aku ingin orang tua ku senang, aku selesaikan pendidikan ku tepat waktu, aku dapat teman yang baik, aku bisa makan teratur setiap hari, aku bisa baca buku kesukaan ku, aku bisa dengar lagu favorit ku, aku tetap bisa minum kopi setiap hari, aku ingin berteman dengan mu dalam waktu yang lama, atau mungkin kita bisa hidup berdua... kita bisa duduk disini setiap hari menyeduh kopi dan membaca buku, menatap matahari sore turun hingga melampaui batas cakrawala. kamu bisa ajak teman-teman mu main sesekali. Kita bisa beli beberapa tumbuhan, dan kita punya satu kucing lucu, kalo kita bosan kita bisa pergi ke cafe setiap akhir pekan atau mungkin menikmati angin pantai sambil piknik kecil dengan beberapa kue kering dan es teh manis kesukaan mu.
"Wow Ra, itu adalah rencana hidup yang bagus."
"Aku tau, tapi bahagia miliku adalah sederhana yang tidak sesederhana itu, yang sulit sekali untuk dilakukan, seperti yang kamu bilang yang sederhana justru yang paling sulit di wujudkan"
"Kamu benar Ra, yang sederhana justru sebenarnya yang paling tidak sederhana kan, bukan begitu? bagi kita obrolan kita kali ini mungkin sederhana bagi orang lain yang tidak terlalu memikirkan hal-hal seperti ini justru ini adalah pembicaraan paling tidak sederhana yang tidak semua orang bisa bahas dengan komunikasi dua arah tatap muka seperti kita sekarang. Ra.. aku harap aku dan kamu bisa hidup lama.
"Kamu benar Ri, kita adalah dua orang sederhana yang mencoba hidup di dalam kesederhanaan yang Sebenarnya tidak sederhana. Tapi Ri hidup ini kan singkat kenapa kamu mau hidup yang lama? Hidup kita bukannya terlalu membosankan untuk berlama-lama di dunia?"
"Hahaha kamu lucu Ra... semoga kita bisa hidup lama ya Ra, supaya kita bisa membahas masalah-masalah tidak penting seperti hari ini lagi nanti ketika kita tidak punya apa-apa lagi untuk di bicarakan, semoga kita bisa saling berbagi isi kepala yang isinya tidak seberapa ini, semoga pembicaraan kita selalu menyenanangkan seperti hari ini"
"Semoga ya Ri..."
Komentar
Posting Komentar