Cerita soal dua anak manusia yang dulu saling berpegang erat kini memilih mengalah satu sama lain, tidak lagi saling menghubungi atau bertanya "bagaimana hari ini?"
Bukankah seharusnya rencana masa depan mereka nampak indah dan megah? Membaca buku di teras rumah dengan dua cangkir kopi yang masih panas. Bukankah itu sudah sangat istimewa?
Mengapa kisah cinta orang lain terlampau manis sedangkan kisah kita begitu pahit? Mengapa setiap kali melihat sepasang kekasih duduk di salah satu kursi cafe terlihat sangat harmonis sedangkan kita berjarak sangat jauh seolah dua orang yg baru berkenalan di hari itu juga? Bukan kah sudah cukup lama kita saling menggenggam perasaan masing-masing Mengapa kita terlihat seperti dua orang asing?
.........
Saya masih berjalan di arah yg sama, menuju rencana-rencana masa depan yang megah itu, bedanya sekarang tak lagi ada engkau yang mengiringi berjalan sambil menggenggam tangan ku, kita berjalan masing-masing...
Semakin lama kita berjalan semakin terasa bahwa genggaman kita semakin rapuh, bagaimana ini? Saya belum siap patah hati. Saya belum siap untuk melupakan, tapi pada akhirnya
Kau memilih jalan yang lain sebab tak bisa memperlambat langkah mu menunggu saya yang langkah nya terlalu lamban.
Pada akhirnya Kata berpisah itu tidak terelakkan...
Komentar
Posting Komentar