Saya senang sekali naik motor tua itu bersama anda, saya senang melihat punggung anda yang sedang berkendara, mereka tampak kokoh walaupun begitu saya tidak berani bersandar...
Saya senang kita bisa mencuri waktu untuk makan malam bersama sepulang saya bekerja, saya masih ingat wajah yang malu-malu untuk tertawa itu tersipu kepada saya, saya senang anda memotret saya diam-diam, saya senang.
Saya senang ketika itu anda masih menyukai saya, alangkah baiknya jika itu tetap terjadi sampai saat ini.
Motor itu, helem butut itu ... meskipun begitu saya sangat menyukai penampilan sederhana anda yang mengenakan t-shirt putih dengan parfum andalan anda yang tak pernah anda beli lagi.
Datang kerumah saya dengan sebungkus besar snack kesukaan saya dan makanan kucing, saat itu anda lucu sekali. Saya ingat pertama kali melarang anda untuk pulang hingga anda terlambat pergi bekerja.
Saya terlalu terlena dengan kebahagian sementara itu, sangat sederhana tapi saya tau itu takkan pernah lagi terjadi meskipun tetap bersama orang yang sama.
Saya masih menyimpan banyak kenangan sederhana, bagaimana anda tersenyum saat kita ingin memasuki ruangan bioskop, saat anda membukan sandaran kaki motor untuk saya, saat anda memberikan jaket anda agar saya tetap merasa hangat, saat anda membawakan dua buah apel ketika saya sakit.
Mungkin waktu sudah jauh sekali berlalu dan saya hanya hitam putih yang pernah berlalu dalam sekian waktu itu, anda mungkin sudah bertemu banyak orang baik, anda masih menghubungi masa lalu anda, anda lebih senang menhabiskan waktu bersama teman-teman anda... pada akhirnya kita kembali ke awal... Asing.
Komentar
Posting Komentar