Orang-orang pernah tidak ya merasakan sulitnya melupakan seseorang yang pernah hadir dalam hidup kita sebelum akhirnya seseorang tersebut berubah menjadi sampah yang bahkan tak berguna even ketika sudah resicle sekalipun, gada manfaatnya...
Well, saya pernah 1 kali mengenal seorang yang menurut saya adalah orang paling sempurna, paling tepat untuk saya jadikan masa depan, itu dulunya...
Orang nya punya tampang yang ramah dan mungkin terlihat pendiam, tidak pernah terbesit di pikiran saya bahwa orang yang sedang bersama saya kala itu adalah manusia paling brengsek yang menghapus semua ekfektasi saya terhadap laki-laki baik manapun sehingga saya memutuskan untuk tidak dulu menjalin hubungan lagi.
Saya ingat kala itu penghianatan bukanlah kesalahan kecil, saya menaruh banyak harapan besar pada seorang sampah seperti dia justru itu membuat diri saya malu, bahkan sampai sekarang saya masih merasa jijik jika ingat kenapa saya dulu bersama seorang seperti dia.
"Kenapa saya mau?"
Itu adalah pertanyaan yang selalu saya lontarkan kepada diri sendiri karena merasa menyesal berkali-kali. Saya bahkan menyalahkan diri sendiri untuk penghianatan yang di buat, Saya menyalahkan personality dan tanggung jawab saya sebagai pasangan yang lalai dalam menjaga...
But not, itu bukan lah salah saya... saya menyadari bahwa saya tak bersalah sedikit pun dalam penghinatan yang dia lakukan. Dia lah yang bersalah karena tidak bersyukur bahwa saya adalah orang yang selalu membersamai dia. Saya terlalu mahal untuk manusia sampah seperti dia. Orang yang tidak pernah menghargai apa yang dia miliki harusnya tidak pantas bahagia.
Story from L
Komentar
Posting Komentar