Langsung ke konten utama

November Rain...

Hai semua, apa kabar?

Sudah lama tidak menyapa... yaa bisa di katakan menyibukan diri dengan cara rebahan dan scroll tiktok all day...

Akhir-akhir ini hujan lagi deras-derasnya sampe banjir dimana-mana banyak pihak di rugikan banyak banget yang butuh pertolongan. Banyak banget kejadian-kehadian tak terduga lainnya.

Gak terasa sudah di penghujung November... banyak banget hal-hal yang terjadi di luar ekfektasi kita. iyakan, Kamu pasti juga mengalami nya. Mau tanya, bagaimana dengan November kamu? Semua hal berjalan lancar? Semua baik-baik aja kan? Kalo lagi musim banjir gini saya harap hati dan mata kamu juga jangan banjir ya... sekali-sekali gapapa. But kamu harus tetap kuat.

semua pertanyaan itu cukup basi jika di tanyakan sekarang iyakan? Yahh namanya juga basa basi but well... kita semua mengalami hari yang cukup buruk, november ini jadi bulan yang cukup meledakan isi kepala, terutama untuk saya...

Tepat hari ini, 26 november 2021 . Saya genap 20 tahun... kepala dua.
OMG.....!!!
Ahahahaha perasaan kemaren baru 16 Tahun ya gak sih, gak nyangka sekarang sudah duduk di kasur kuliah semester 3... gak duduk di bangku soalnya pandemi masih berlangsung dan masih abu-abu kapan selesainya... harapannya semoga pandemi ini cepat selesai dan semua jadi normal kembali aamiin.

November bener-bener bulan yang berat gak si??? Jujur banget banyak rasa kecewa, sakit, sedih nyatu jadi satu... sempet down karena sakit, tuntutan keluarga, sempet di hajar habis-habisan sama tugas, sempet makan ati, bertengkar dengn temen, tengkar sama pasangan, ngerasain hidup tanpa uang, di patahkan ekfektasi dan yang paling beratnya adalah bertengkar dengan diri sendiri dan benci banget dengan semua hal... so sick of it.

Well di usia ini, saya masih tetap anak muda dengan jiwa menggebu-gebu dengan rasa ingin tau yang tinggi, banyak melakukan kesalahan dan juga kelalaian,

So sad... banyak banget hal-hal yang udah di lewati, i mean, look at me now... berlahan pulih sembuh dari depresi... sick kalo ingat kejadian-kejadian aneh dan menyakitkan waktu itu... but saya ketemu banyak orang hebat, yang berada di sisi saya sampai saya di posisi sekarang, just wanna thanks to my boyfriend, my best friend, my parents and all of you...

20 tahun, jujur di usia ini banyak banget hal-hal yang aku takutkan... overthingking gimana ya kedepannya? Mau jadi apa? Mau kerja apa, dimana? Bisa gak ya kira-kira??? Harapan-harapan aku bakal terkabul gak ya???

Cemas dan khawatir soal masa depan yang abu-abu. Dulu waktu kecil menggebu-gebu untuk jadi dewasa sekarang justru saya ingin kembali ke masa-masa di mana saya tidak memikirkan apa-apa. Lari di atas jalan setapak pinggir sawah atau menyaring ikan di parit depan rumah.

Kita semua merindukan masa kecil, polos dan tak kenal lelah, main dan punya banyak teman. Kalo di izinkan 1 jam saja kembali ke masa kecil, saya cuman mau bilang ke diri saya yang dulu
"Puasin dulu ya mainnya, nonton channel space toon nya tiap hari aja gapapa, jangan cepet-cepet gede, nanti kalo udah gede space toon isinya cuman iklan panci sama obat-obatan semua" ahahaha...

Manusia terus tumbuh, saya, kamu kita semua berharap menjadi sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya.

Terima kasih kalian semua yang sudah singgah dan menetap dalam hidup saya. Kalian semua orang hebat kalian adalah rumah untuk berteduh dari segala hujan badai yang saya lalui, Terima kasih sudah membersamai saya selama ini.






❤❤❤
Suci R ~
















 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...