Langsung ke konten utama

Saya Ingin Menunggumu Pulang





Di suatu hari senin yang lelah di tahun 2000 yang entah, dimana bintang-bintang mulai memancarkan sedikit cahaya gemerlap.


Nanti... kamu akan ku sambut dengan secercah senyum yang merekah dan segelas kopi panas, atau jika kau mau akan ku seduhkan teh merah aroma mawar yang senantiasa kita minum di pagi hari di hari sebelumnya.
Lalu saya lepaskan jaket yang kamu kenakan dan bertanya "gimana hari ini?"

Saya ingin menunggu kamu pulang,
Saya ingin mendengar kamu bercerita soal pekerjaan hari ini yang melelahkan, tentang bos yang marah-marah karena kamu kurang fokus akibat begadang semalaman bermain dan bercanda gurau dengan saya membahas dunia dan seisinya,

Saya ingin melihat raut wajah kamu yang tampak mulai menua, dengan sedikit jenggot dan kumis yang belum sempat kamu cukur pagi hari tadi.

Lalu setelah itu, kita duduk di teras rumah saya duduk membaca buku lalu kamu asik menyeruput kopi hitam yang saya seduhkan.

Hari mulai terasa dingin, saya berhenti membaca buku. Tepat pukul 20.30 saya meminta anak-anak untuk tidur, saya dongengkan mereka tentang seekor kancil yang menghitung buaya agar bisa menyebrangi sungai. Mereka tertawa kecil sambil sesekali bertanya "untuk apa kancil menyebrangi sungai?" Saya lalu menjawab "untuk menemukan apa yang harusnya dia miliki dalam hidup sayang, kancil harus melewati bahaya dan rintangan untuk bisa menemukan sesuatu yang dia inginkan, suatu hari kamu juga harus berjuang untuk hal yang sama"

Saya melihat kamu tersenyum di ujung pintu lalu melangkah untuk mengecup putri kecil yang sudah setengah tertidur.

Malam itu kita masih berbincang-bincang sebelum tidur, pillowtalk orang-orang menyebutnya, soal hal yang sama seperti malam sebelumnya. Tentang kenapa dongeng disney selalu berakhir bahagia, tentang bunga di taman depan kenapa ada yang layu, tentang makanan yang kita makan malam itu, tentang pertanyaan dari gadis kecil di kamar sebelah yang mulai bermimpi bertemu kelinci yang bisa bicara dan membawa nya pergi ke taman bunga dan bertemu peri lucu.

Sesekali saya bercanda soal kamu yang mulai menua dengan jenggot-jenggot yang tampak berantakan, menunjukan keriput di tangan saya dan kulit saya yang tak secerah dulu.

Saya ingin menunggumu pulang, menikmati sisa waktu yang ada bersama dengan kamu. Saya ingin mendengar cerita soal hari yang kamu lalui, saya ingin melihat kamu terlelap tidur dengan mimpi indah, saya ingin melihat kamu terbangun dengan senyum yang merekah dan saya ingin melihat kamu pergi menghadapi dunia di pagi hari setelah kamu mengecup kening saya dan melambaikan tangan berlalu pergi.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Untuk 1 hari yang melelahkan kamu butuh kalimat ini

Teruntuk siapapun yang sudah berjuang berjalan di jalan yang tidak mudah, sudah mau melangkah demi langkah, hingga akhirnya di titik ini, mari berterima kasih kepada diri kita sendiri. Untuk segala kerikil yang menghantam pelan di hidup kita ataupun angin kencang yang  menerpa hati ringkih kita yang setiap kali berusaha kuat bertahan untuk hidup satu hari lagi, mari berterima kasih kepada diri sendiri. Untuk orang-orang yang sudah bertahan dan menjadi kuat untuk satu detik saja, mari ucapakan terima kasih sekali lagi untuk tidak menyerah dengan dirimu sendiri. Mari apresiasi hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele karena satu kali hembusan napas yang kamu keluarkan pun masih menjadi manfaat bagi pohon yang mungkin ada di seberang jalan sana atau rumput kecil yang ada di ujung kelingking kaki mu. Kamu berharga❤️

Aku Bisa Apa?

Kepala riuh berkecamuk, katamu aku tak bisa menerima kurang mu yang satu itu. "Menjadi diam" Menjadi diam bagimu adalah kurang sebab mungkin aku terlalu berisik, padahal mungkin bagi sebagian manusia berisik adalah kurang. Tapi keduanya bukanlah kekurangan ia adalah sifat alamiah manusia ketika di hadapkan pada sebuah sesuatu, sebuah masalah, sebuah senang atau sebuah yang lain yang mungkin entah apa. Ku bilang aku terima semua yang ada padamu tapi kamu bersikeukuh aku adalah orang jahat sebab tak bisa memahami kurang mu dan ku katakan kita tidak sedang bertengkar soal kurang yang kita punya, kita hanya tidak semencinta sebesar itu sebab itu kita hanya bisa saling menyalahkan dan saling bekeras kepala. Ucapmu tidak kasar tapi tindakan mu menyakitkan, berkali-kali ku maafkan berkali-kali ku yakinkan perasaanku bahwa aku bisa bertahan tapi luka-luka itu berkumpul, satu per satu mulai menusuk menggerogoti hingga ke tulang dadaku menembus hatiku lalu membusuk menjadi kecewa yan...