Langsung ke konten utama

Bapak❤



Sebuah percakapan kecil
Antara aku dan bapak, menyentuh sekali ingin menangis rasanya...

Tadi ba'da magrib aku ingin memasakan telor orek pinta bapak... sambil mengupas beberapa bawang aku terlintas sebuah pertanyaan kecil.


🐣: bapak, menurut bapak cici bakal lulus gak di SNMPTN tahun ini?

 🐓: lah.. gak tau, bapak gk ngerti apa tu SMMMPTN
🐣:HAHAHAHA....
Aku sedikit menjelaskan soal SNMPTN, serta program bidikmisi pada bapak sambil menghiris beberapa bawang, bapak  terlihat antusias mendengarkan aku menjelaskan...


🐓: gini ndok, apapun itu jalur bidikmisi itu yakin, insya allah dapat... kamu ngerasa gak kalo kamu tu cah pinter.?

Aku terdiam sejenak, mengingat beberapa nilai ku yang lumayan dan beberapa sisanya lagi anjlok, beberapa preatasi kecil yang pernah ku raih dan nilai matematika ku yang buruk sekali.
🐣: gak terlalu yakin, tapi kalo lihat nilai cici yang segitu hmmm insya allah pak.
🐓: nah seng penting ki yakin.

Satu pertanyaan lagi muncul dari kepala ku
🐣: pak, kalo cici lulus S1 di jurusan blablabla bapak sama mama bakal senang?
🐓: lah kok senang, bapak belum senang!

Aku bingung, kenapa bapak gak senang aku lulus S1
🐣: lah kok gitu pak?, apa S2, S3... ?(aku berpikir emang ada biaya??)
🐓: bapak seneng, kalo kamu sudah jadi insinyur, bapak ki gak pinter, mama ki podo ae, seenggak nya kamu harus punya pendidikan seng tinggi ngelebihke bapak mama mu.

Tertohok sekali dada ku,

🐓: bapak ulangi lagi ndok, kalo ndue konco lanang ki biasa2 wae, ojo nemen2, berteman ya biasa2 saja, Seng penting ki pendidikan mu.

Mau nangis tapi karena ada bapak aku tahan sekuat2 nya, betapa besar harap bapak agar aku jadi orang yang punya peran dan berpindidikan.

🐣: pak kalo aku kuliah di kota A, apa gak papa apa gk jauh?.
🐓: gampang, neng kota A iku ene keluarga bapak, bisa minta jagakan nanti.
🐣: bukan itu yang cici takut kalo2 nanti biaya hidup cici kekurangan, gak mau nyusahin orang.
🐓: nanti bapak kerja lebih keras lagi buat cari uang, biar kamu bisa sekolah tinggi.


Dalam keadaan itu aku tersenyum, teharu,
Bagaimana bapak ku bisa punya tekat sebesar itu, tangan nya yang keriput dan hitam terbakar matahari, mata nya yang sudah mulai rabun bahkan mungkin 3 atau 4 tahun lagi akan kurang jelas mengenali ku, rambut nya yang menipis dan memutih di makan waktu, bisa bicara
" nanti bapak kerja lebih keras"

Bapak akan kerja keras sebagai apa lagi, bapak akan menjadi lebih kuat seperti apa lagi, mengingat setiap malam beliau mengeluh soal banyak duri yang masuk ke kulit nya , mengeluh soal pegal-pegal dan meriang setiap malam, bahu nya yang kokoh dan kuat menggendong ku setiap saat mulai lemah menahan beban pikulan setiap hari.

Bapak akan menjadi sekuat apa lagi, demi aku...

Sungguh air mata anak mana yang tidak menetes mendengar, melihat ayah nya yang begitu berjuang mati-mati an demi anak nya agar anak nya bahagia dan layak di akui masyarakat.

Sungguh bapak, bapak adalah ayah terhebat di dunia, bapak adalah orang terkuat di dunia, kalo orang lain bilang iron man itu terkuat di dunia, salah. Bapak ku lah pahlawan sebenarnya.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Untuk 1 hari yang melelahkan kamu butuh kalimat ini

Teruntuk siapapun yang sudah berjuang berjalan di jalan yang tidak mudah, sudah mau melangkah demi langkah, hingga akhirnya di titik ini, mari berterima kasih kepada diri kita sendiri. Untuk segala kerikil yang menghantam pelan di hidup kita ataupun angin kencang yang  menerpa hati ringkih kita yang setiap kali berusaha kuat bertahan untuk hidup satu hari lagi, mari berterima kasih kepada diri sendiri. Untuk orang-orang yang sudah bertahan dan menjadi kuat untuk satu detik saja, mari ucapakan terima kasih sekali lagi untuk tidak menyerah dengan dirimu sendiri. Mari apresiasi hal-hal kecil yang mungkin terlihat sepele karena satu kali hembusan napas yang kamu keluarkan pun masih menjadi manfaat bagi pohon yang mungkin ada di seberang jalan sana atau rumput kecil yang ada di ujung kelingking kaki mu. Kamu berharga❤️

Aku Bisa Apa?

Kepala riuh berkecamuk, katamu aku tak bisa menerima kurang mu yang satu itu. "Menjadi diam" Menjadi diam bagimu adalah kurang sebab mungkin aku terlalu berisik, padahal mungkin bagi sebagian manusia berisik adalah kurang. Tapi keduanya bukanlah kekurangan ia adalah sifat alamiah manusia ketika di hadapkan pada sebuah sesuatu, sebuah masalah, sebuah senang atau sebuah yang lain yang mungkin entah apa. Ku bilang aku terima semua yang ada padamu tapi kamu bersikeukuh aku adalah orang jahat sebab tak bisa memahami kurang mu dan ku katakan kita tidak sedang bertengkar soal kurang yang kita punya, kita hanya tidak semencinta sebesar itu sebab itu kita hanya bisa saling menyalahkan dan saling bekeras kepala. Ucapmu tidak kasar tapi tindakan mu menyakitkan, berkali-kali ku maafkan berkali-kali ku yakinkan perasaanku bahwa aku bisa bertahan tapi luka-luka itu berkumpul, satu per satu mulai menusuk menggerogoti hingga ke tulang dadaku menembus hatiku lalu membusuk menjadi kecewa yan...