Dan ketika aku bertanya
Lalu kau jawab terbata...
Aku mulai mengerti, kamu tidak pernah benar-benar menginginkan aku sebagai tempat untuk istirahat di hari-hari lelahmu.
Bagaimana kamu bisa mudah sekali meyakinkan segala ragu ku dengan banyak kebohongan, bagaimana kamu bisa bilang kamu membutuhkan ku padahal kamu hanya sedang bosan dengan aktivitas mu. Bagaimana kamu bisa bilang kamu mencintai ku padahal kamu hanya berbual agar aku jadi budak mu.
....
Andai sekali saja kamu melihat ke arah ku lagi, dengan tatapan yang sama seperti awal mula kamu memaksa untuk meminta nomor telephone, agar bisa menghubungi ku, dengan alasan menanyakan basa basi
"Sedang apa?"
"Sudah makan?"
Atau memaksaku untuk makan di kantin yang sama setiap jam istirahat.
Tidak...
Kamu sudah berubah entah karena alasan apa.
Kamu bahkan hanya sekedar lalu saat berselisih jalan dengan ku, no..
Tidak ada
"Hai..." tidak ada
" pagi" " siang" atau "sore"
Kamu tau apa yg membuat ku benar-benar tak mampu membenci atau menyukai mu?
Aku membenci mu tapi kamu adalah banyak kalimat sederhana yang membuat ku tersenyum.
Aku menyukai mu tapi kamu adalah part terburuk dalam hidupku yang tak bisa kulupakan begitu saja.
...
Aku masih ingat ketika kamu bersikeras ingin aku menjadi milikmu, aku masih ingat jelas ketika kamu bilang
"Aku yakin dengan tali takdir yang mengikat kita, yang mempertemukan kita dan mengikat kita"
Hahh... bullshit, andai dulu kata itu tak membuat hati ku runtuh aku tidak akan semenderita ini mengingat mu, tidak seperih ini berharap kepadamu... bohong jika aku tak senang mendengar kalimat kotor itu.
Jadi kemana kamu ketika aku meminta keyakinan atas perasaan ku, dimana kamu ketika aku benar benar sudah tulus menyukai mu, dimana kamu ketika aku meminta kepastian atas segala kepalsuan yang kau beri...???
Kamu hanya bermain-main di atas keseriusan ku,
Kamu cuma bercanda di atas tulus ku,
Kamu cuma ingin bersenang-senang dengan caramu. Tanpa memikirkan perasaan org lain.
Komentar
Posting Komentar