Jadi gimana rasanya?
Tiba-tiba, memikirkan orang yang pernah begitu dekat dan memenuhi hati mu sudah begitu jauh dengan raga mu, dengan perasaan yang mungkin masih sedikit-sedikit tertinggal.
Bagaimana dengan hatimu? Apakah cukup kuat menerima kabar-kabar bahagia tentang dia, kuat dengan rasa melepas namun tak sanggup karena pernah terikat begitu erat.
Bagaimana perasaan mu ketika menatap layar ponsel tak sengaja melihat story sosmed nya yang tengah bahagia bersama orang yang bukan kamu.
Atau pernahkah kamu bertanya,
"Kenapa aku masih menyimpan nomornya?" "kenapa aku masih tersenyum menatap foto nya yang tersenyum karena orang lain?"
Pernah kah berpikir kenapa kami sedekat nadi dulu, sejauh bintang-bintang di angkasa sekarang.
Kenapa di pertemukan namun di pisahkan kemudian.
Semuanya adalah wajar, wajar kamu merasa bingung wajar kamu merasa
"Ahh kenapa begini"
Wajar kamu merasa semuanya aneh.
Semuanya wajar.
Tapi pernah kah sekali-kali kamu berpikir... kenapa aku mencoba membuka hati ku untuk orang lain lagi, yang nyata-nyata perasaan ku tak sesama dulu.
Seperti di paksakan mencintai, sedang ia tulus tanpa dia tau isi hati mu.
Semuanya menjadi tak wajar
Ketika melihatnya seperti melihat orang yang sama, binar mata nya mungkin, suara nya yang hampir mirip mungkin.. kamu melihanya seperti
"Aku menemukan mu, dalam sosok yang berbeda"
Kamu tau dia bukan dia yang kamu maksud, kamu tau dia bukan orangnya, tapi kamu memaksakan ego mu agar dia terlihat mirip dia yang kamu ingin.
Berhenti menemukan orang yang sama sebelum kamu kehilangan semuanya, berhenti merubahnya, jika tak sanggup melakukanya, berhentilah membuat harapan-harapan kecilnya muncul.
Berhentilah berkata kamu mencintai nya dengan memandang wajah orang lain pada dirinya.
Perasaan tidak selucu itu.
Komentar
Posting Komentar