Langsung ke konten utama

Kita sebut Usai

Pertengkaran tiap malam yang tak kunjung usai itu kini entah kapan lalu sudah kita lupakan. Manusia penuntut seperti aku tak layak diperjuangkan mungkin itu yang terlintas dalam benakmu. Setelah malam yang panjang dan hari-hari melelahkan itu kita akhirnya benar-benar menyerah, melepaskan lalu hilang. Tiap malam di pertanyakan tapi bukankah jawabannya sudah jelas sejak lama?

Ketika kita memperlakukan buruk satu sama lain, namun juga masih di selingi perlakuan manis pada akhirnya rasa lelah itu tak pernah benar-benar sembuh. Sudah menggerogoti ketulang-tulang berusaha sembuh tapi pusat nya saja sudah terserang. Perasaan, hati serta segalanya yg terinfeksi. Mau di perbaiki apanya lagi?

Dear, meski bertahan ribuan kali ternyata takdir selalu punya jalan lain, mau di usahakan sekalipun kalo bukan kita yang ditakdirkan mau bagaimana lagi? Di sela-sela kerinduan doaku masih sama, semoga segala hal yang ada padamu tetap baik-baik saja. Aku tau aku bukanlah hal besar, kehilanganku takkan mempengaruhi apa-apa. Aku yang tidak penyabar dan keras kepala ini justru jadi duri yang terlepas dari sela-sela kakimu. Langkahmu takkan lagi berat, kau takkan membawaku kemana-mana...

Aku hanya akan menjelma kenangan kelam yang bagimu tak pantas di ukir di dalam jiwa. Kamu bebas berlarian, terbang dan terjun kemana saja dimana kamu merasa dunia cukup menyenangkan tanpa ada akunya.

Selamat menjalani hidup, meski sedikit berbeda kita tau pasti kalo kamu pasti bisa.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...