Langsung ke konten utama

What it is Love?

I always wondering, what Love look like? What love feel like? What it is Love, what it is loved?

Apakah ketika dia menggandeng tangan mu saat jalan beriringan? apakah saat dia menatap wajahmu penuh kekaguman? Apakah saat dia bersedia mengikat tali sepatu mu yang lepas? menyeka rambut mu saat makan? Membawakan tas jinjing mu yang tak berat? Memayungkan jaket saat gerimis atau membukan sandaran kaki motor saat kalian mulai akan pergi berkencan?

Ayah ku selalu diam setiap kali ibuku mengomel kenapa tidak pergi menyiram tanaman, atau bawang di dapur sudah habis, kenapa belum mandi, kenapa tidak pergi bekerja hari ini, kenapa tidak pergi mencari sayur. Ada banyak hal yang bisa wanita ucapkan ketika sadar dan tidak sadar, itu lah salah satu kekurangan wanita, tapi ayah tidak pernah mengeluh, sekali-sekali di ladeni sekali-sekali tidak. Tapi di setiap malam terdengar dari kamar sebrang obrolan mereka cukup berat, mereka selalu bertukar cerita sebelum tidur , ibu bercerita ayah mendengarkan, ayah bercerita pun ibu mendengarkan. Entah tentang berita di Tv hari ini atau jagung yang baru di tanam atau kerabat yang sedang sakit atau ntahlah hal lainnya. sesekali mereka tertawa sesekali mereka berdebat tentang pendapat siapa yang lebih kuat. Is that love?

Mengingat diri yang tidak sempurna dan juga banyak kurangnya manusia sadar mereka juga tidak akan mendapatkan yang lebih. Manusia seperti kita hanya ingin di cintai, di kasihi, di sayangi di perlakukan dengan baik, bukankah demikian. Wanita terlalu penuntut , ketika di cintai mereka akan terus bertanya "apakah kau mencintai ku" laki-laki hanya perlu menjawab hal yang sama meski seribu kali sudah di tanyakan hal yang sama, hal tersebut membuat hati wanita sedikit lega dan hanya memastikan perasaan tetap sama. Wanita memang demikian berisik dan banyak bertanya, itu lah ekspresi cinta mereka jangan pernah bosan dengan omelan mereka justru wanita yang tidak pernah mengomel dan marah padamu mereka tidak mencintai mu.

Still wondering too, apakah di luar sana seseorag bersedia memasang telinganya kuat-kuat apabila aku berkata sesuatu di luar kendaliku seperti ibu, atau mungkin bisa menenangkan dengan cara yang lembut tanpa sedikitpun meninggikan nada suara. Ahh kadang wanita terlalu banyak meminta hal yang dia sendiri tidak bisa berikan. 

Komentar

  1. What it is love? there is no reason to love. Menurut ku.....dasar dari cinta adalah...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...