Langsung ke konten utama

Senin, 3 juni 2019 🌺

     
     Untuk beberapa tahun lamanya kamu menyimpan hati, bahkan tak menerima sosok mana pun yang menurutmu benar, kali ini kamu memulai hal yg baru...


Entah setan mana yang merasuki, kamu mulai jatuh cinta kembali dengan jatuh begitu hebatnya... tahun-tahun yg lalu di lupakan begitu saja, tak sedikit pun membuat mu meraskan sakit hati, sama sekali tidak...


 kamu sudah menemukan napas yg pernah berhenti berhembus, kamu hidupkan lagi rasa-rasa yg pernah mati...

 hari itu di tengah rintik hujan yg menderu dingin, membasahi semua tentang bumi, tentang jalan, tentang kita. Tentang jaket yg aku kenakan, tentang nasi padang yg tak habis ku makan, tentang dingin nya perasaan pulang, namu tangan ku hangat di genggaman

 aku ingin menangis, entah kenapa aku ingin menangis bahagia, ketika tak bisa ku tahankan kepalaku untuk bersandar pada bahu mu yg basah karna air hujan.. tentang lagu yg di putar kala itu, tentang kembang api yg kita tonton melalu layar smartphone... 

semuanya tentang kamu, sakit kepalaku saat ini karna kamu, tangis ku saat ini karna kamu, gemetar tangan ku dan debar dada ku karna kamu... kenapa aku begitu menyukai mu sampai segitunya, kenapa aku jatuh cinta begitu hebatnya.. bahkan hangat tangan ku masih bersuhu sama.. begitu gemetar dan terbayang... ku mohon jangan lepaskan lagi perasaan ku yang begitu erat kau ikat...

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drowning

Aku tidak mencarimu lagi. Tidak dalam tumpukan ingatan atau album-album lama. Aku berhenti melangkah sejenak takut-takut menoleh kebelakang apa kau masih berdiri di sana, memastikan bahwa aku benar-benar sendiri kali ini, lengang bahkan dalam bentuk mimpi atau bayangan kau enggan hadir. Samar-samar terkadang garis bibirmu masih terlintas di kepala, terkadang aku tak sengaja berlinang air mata. Kurasa perjalanan cukup lama itu kini sudah berakhir. Hal yang tak pernah di mulai itu juga kini tak memiliki kata akhir, ia hanya selesai, tanpa sepatah kata, tanpa aba-aba. Dua manusia yang memilih menyerah pada jalan yang pernah mereka lalui bersama, memilih untuk merubah haluan, menceburkan diri lalu tenggelam di samudera yang dalam. Gelap Dingin Tak berniat kembali. Demi merasa baik-baik saja mereka hanya diam, tak ada patah kata atau sekedar saling sapa. Mereka memilih sembuh dengan caranya masing-masing. Menyelam ke kedalaman lalu mati pelan-pelan. 

Bu, Masih Tetap Ku Doakan

Bu titip salam untuk ayahku, aku tidak berani menceritakannya sendiri sebab takut ia sedih karena aku sedikit merasa tersakiti.  Bu, Maafkan aku karena ku pikir aku mampu menjaga dan menemaninya sampai tua sebab ternyata angan itu hanyalah awan hujan yang seketika berubah jadi badai untuk diriku sendiri.  Ku coba peluk raganya ku coba memahami hati dan sedihnya, ku temani bahagianya. Kucoba untuk ada seperti yang ibu minta saat masih di ranjang rumah sakit. Ku usahakan semuanya. Ku tau dia orang baik sebab ibu yang bilang demikian, sebab ibu orang baik karena itu aku ingin bersamanya. Bu ternyata aku salah, ku pikir perempuan baik juga pasti akan melahirkan laki-laki baik, ku pikir aku cukup untuknya ku pikir ia cukup bangga dengan aku ada di sisinya kupikir perasaan iba, perhatian dan kasih sayang yang ku curahkan untuknya adalah apa yang akan aku terima juga.  Hari itu ketika ia memutuskan untuk memisahkan diri dengan duniaku, masih ku pegang erat janjinya ketika ia bil...

Never Enough

Dan dengan takut-takut aku menakar kadar bahagia ku, takut-takut justru akan jadi racun bagi diriku. Ku tuang sedikit demi sedikit bagian dari dirimu agar aku merasa lega setiap harinya, agar merasa tenang jiwaku. semakin kesini semakin candu rasanya terkadang aku tuang terlalu banyak sampai rasanya campur aduk perasaanku. Terkadang aku lupa aku punya batasan, dan ku lewati garis batas itu hanya agar lebih bahagia. Pikirku jika terus bersamamu maka aku akan abadi merasa senang, candu itu menyerangku sampai aku lupa bagaimana caranya berhenti, setiap hari ku takar lebih banyak bagian dari dirimu semakin hari terasa pula aku tergila-gila, meronta-ronta menginginkan dirimu. Salah, kataku. Ini sudah jauh salah, bukan begini cara cinta bekerja, jika benar harusnya kamu merasa cukup setiap satu hari dengan takaran biasanya. Ucapan selamat pagi dan ungkapan hangat lainnya harusnya sudah membuatmu siap menjalani hari yang panjang. Bukan mengemis, mengais-ngais perhatian sampai akhirnya kadar p...